Wabah Virus Corona Hangat Dibicarakan dan Isu Hoaksnya yang Timbulkan Kepanikkan

komarudin, 22 Mar 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:
MESUJI- Sedang hangat bicarakan Warga pada umumnya, khususnya Desa Aji jaya Kecamatan Simpang Pematang, saat ini mengenai wabah virus corona yang bermula sejak akhir tahun lalu dengan pusat penyebaran yang berpusat di Wuhan, China.
 
Setelah beberapa waktu dinyatakan bahwa belum ada kasus di Indonesia, breaking news pernyataan resmi dari Presiden tanggal 2 Maret yang lalu menyatakan bahwa di Indonesia juga ditemukan kasus Corona dengan suspect 2 pasien yang telah dinyatakan positif. 
 
Sumestri ibu rumah tangga( 38) Desa Aji jaya saat di tanyai Indonesiasatu dalam sidak opini Warga, Minggu( 22/03/2020)  tentang Virus Corona menjelaskan gambarannya pemberitaan Corona.
 
" Seketika kita melihat eskalasi pemberitaan mengenai corona berubah drastis ditandai dengan pemberitaan yang cenderung mendorong pada kepanikan yang mengkhawatirkan. Optimalisasi peran media dan peran stakeholders untuk dapat bersikap secara tepat dengan suasana yang eskalasinya juga semakin meluas, membutuhkan kesiagaan dan kesiapan antisipasi yang jitu.'' kata Sumestri ibu anak satu.
 
" Kemudian, Prof. Dr.Phil Hermin Indah Wahyuni, M.si, Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Direktur Pusat Studi Sosial Asia Tenggara, Universitas Gadjah Mada dalam Opininya  pernah mengatakan.
 
" Peran seluruh pihak dalam penyelesaian kasus ini sangatlah penting, pemerintah melalui pihak terkait kemenkes, kemenlu, kemenhub dan seluruh pihak yang relevan bahu membahu untuk mengantisipasi kepanikan dalam masyarakat akibat hoaks yang cepat sekali beredar dan meresahkan masyarakat," Jelas Sumestri.
 
Di sisi lain dan juga tempat Cheudin yang tidak mau disebut identitas jelasnya masih warga Aji jaya,  beri celoteh bagaimana perangi dan hadang isu berita Corona.
 
" Terdapat beberapa poin yang bisa kita highlight dalam isu ini:
 
Pertama, dunia yang makin terhubung tak terbantahkan, menghubungkan seluruh elemen dan wilayah di berbagai wilayah dunia. Kontak masyarakat internasional yang tinggi memudahkan proses persebaran yang juga meningkat dengan cepat.
 
Perkembangan paling akhir Korea Selatan, Iran dan Italia adalah negara yang mengkhawatirkan dalam proses persebarannya sehingga Indonesia menyatakan untuk menolak pengunjung dari ketiga negara tersebut masuk Indonesia. 
 
Kedua, kasus persebaran virus ini telah membawa implikasi luar biasa bagi dunia. Tak kurang dari dampak ekonomi, psikologi, sosial dan berbagai kerugian lainnya sudah dirasakan oleh berbagai sektor. Perhotelan, Pariwisata, Dunia pendidikan, dan berbagai aktivitas yang terkait pertukaran manusia menjadi sesuatu yang mengalami kendala serius saat wabah epidemi seperti ini terjadi.
 
China yang sekian lama telah menjadi barometer dalam banyak hal dalam beberapa decade paling akhir dengan kasus ini dengan begitu cepat kehilangan kendalinya. Secara ekonomi politik persaingan dua raksasa China dan Amerika serikat akan terdampak luar biasa, yang saat ini pelan tapi pasti telah berpindah ke amerika. Lepas dari isu tersebut, harapannya terdapat kemajuan signifikan untuk mengerem laju persebaran virus ini.
 
Ketiga, dalam kasus narasi Virus corona  yang memang melahirkan banyak narasi dapat  kita nilai bagaimana seharusnya perbincangan mengenai virus semacam ini dapat diantisipasi. Apakah statemen media mengenai isu ini telah mampu mendorong tercapainya pemahaman utuh mengenai isu ini dan mendorong tercapainya resonansi yang tepat dalam isu ini. Resonansi yang tidak tepat terjadi saat terjadi respon yang justru berlawanan dengan yang diharapkan.
 
Isu penimbunan masker di sejumlah wilayah dan berbagai hoaks yang seharusnya tidak terjadi  justru akan menimbulkan kepanikan yang luar biasa dalam masyarakat. Hal ini adalah sesuatu yang harus dicegah dalam pemberitaan mengenai virus atau epidemic lainnya," Jelas Che.
 
Semoga Penyebaran Virus dapat ditangkal dan suasana kembali normal sidak opini warga tentang Virus Corona.( Udin)
PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu